Mengenal Lebih Jauh Pulau Untung Jawa

Pulau Untung Jawa merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau ini adalah salah satu dari berbagai pulau yang berada di gugusan Kepulauan Seribu yang berpenduduk. Di pulau ini sendiri terdapat 4 buah dermaga. Yang pertama yaitu Dermaga Barat, dermaga ini menjadi pusat turun naiknya penumpang dari dan ke pantai tanjung pasir di Tangerang. Kondisi dermaga ini pun cukup baik dan layak guna.

Kedua adalah dermaga tengah yang kecil, ia menjadi tempat singgah bagi kapal-kapal dari Muara Karang serta Ancol. Sedangkan yang ketiga ialah dermaga tengah yang besar, dermaga ini menjadi tempat sandar kapal ukuran besar, karena dermaga ini memiliki air yang cukup dalam. Terakhir dan paling tak sering dikunjungi adalah dermaga timur, dermaga ini hanya digunakan pada saat musim barat atau bulan yang berakhiran -ber, karena posisinya yang terletak dibagian timur pulau maka dermaga ini pun terlindung dari angin barat yang kencang. Tetapi karena dermaga ini jarang digunakan kondisinya pun kian memprihatinkan.

Pulau Untung Jawa

Lebih lanjut, di usianya yang memang cukup tua sekitar enam generasi-an, Pulau Untung Jawamenyimpan sekelumit sejarah seputar pemerintahan Hindia Belanda dan Jepang. Karena ketika Indonesia dikuasai oleh Hindia Belanda,  pulau-pulau di wilayah pulau ini ternyata sudah dikuasai oleh orang-orang pribumi yang berasal dari daratan Pulau Jawa. Sehingga sejak tahun 1920-an wilayah ini pun dipimpin oleh seseorang yang biasa dipanggil dengan sebutan “Bek” atau Lurah.

Tak bisa dipungkiri pula bahwa pada saat penjajahan Belanda, ia pun menjadikan nama-nama pulau yang ada di Kepulauan Seribu sekarang yang kita kenal berbau-bau Belanda, seperti  Pulau Amiterdam untuk Pulau Untung Jawa, Pulau Middbur untuk Pulau Rambut (suaka margasatwa), Pulau Rotterdam untuk Pulau Ubi Besar, dan lain sebagainya. Yang kemudian baru pada pasca kemerdekaan Republik Indonesia lah nama-nama tersebut pun diubah.

Lantas sekitar tahun 1930-an dikarenakan kondisi daratan pulau yang abrasi, Bek Marah (nama Lurah pada saat itu) menganjurkan rakyatnya yang tinggal di Pulau Kherkof untuk pindah ke Pulau Amiterdam (Untung Jawa). Akhirnya Pulau Amiterdam pun diganti namanya menjadi “Pulau Untung Jawa” yang memang memiliki arti keberuntungan bagi orang-orang dari daratan Pulau Jawa saat itu.

Tahun 1945 perubahan besar terjadi diseluruh pelosok Nusantara karena Indonesia telah merdeka dari belenggu penjajah. Perubahan ini pun dirasakan oleh masyarakat Kepulauan Seribu pada umumnya, seperti berubahnya kata ‘Bek’ menjadi Lurah begitu pun dengan kepemimpinannya. Lebih jauh lagi, pemerintah dengan segala daya upaya yang didukung oleh masyarakat pun terus meningkatkan pembangunan serta taraf kehidupan. Sehingga akhirnya mulai tahun 2002, ia pun dicanangkan sebagai Desa Wisata Nelayan. Ya, itulah proyeksi agenda pembangunan ke depannya bagi Pulau Untung Jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *